Pra Menstruasi Syndrom

Hmm... Buat temen2 cewek.. Pernah dong pasti ngalami PMS yang menyebalkan dan so membingungkan sekali.. Apalagi yang berkaitan dengan emosi. Yang bawaannya pengen melow2 terus lah, yang uring2an trus lah dan emosi2 aneh yang lain yang jarang kita alami di masa-masa biasa.
Ini neeh ada artikel bagus buat kita2 kaum hawa yang sering emosi sebelum haid.. Semoga bermanfaat...

Perubahan emosi yang ada hubungannnya dengan haid merupakan hal umum pada kebanyakan wanita, tetapi bila kejadian itu demikian berat sehingga menganggu fungsi kehidupannya, perlu dipertimbangkan adanya PPD (Premenstrual Dysphoric Disorder). PPD merupakan gangguan yang ditandai adanya perubahan mood, gangguan fungsi kognitif, dan perilaku yang terjadi fase prahaid. Angka kecelakaan, bunuh diri, dan kejahatan meningkat selama periode prahaid. Belum ditemukan penyebab pasti gangguan ini, ada dugaan disebabkan berbagai faktor genetik, biologis, dan psikologis.
Lebih dari 150 gejala dapat ditemukan pada separuh terakhir siklus haid. Dari sekian banyak gejala yang dikaitkan dengan PPD adalah gangguan mood dan perilaku. Selain itu dapat pula terjadi perubahan pola tidur, temperatur, dan nafsu makan.
Lebih dari 50 metode terapi yang dianjurkan untuk untuk PPD, artinya tidak ada terapi yang spesifik untuk PPD. Ada beberapa terapi yang dapat dilakukan, seperti psikoterapi atau terapi farmakologik. Beberapa PPD mengalami perbaikan tanpa intervensi yang spesifik. Psikoterapi yang dilakukan umumnya suportif; dengan dukungan kelompok, mengerti tentang gejala yang terjadi, dukungan bahwa pasien tidak sendirian, mengurangi perasaan bersalah, menghindari stres yang tidak perlu, memperbaiki rasa percaya diri dan citra diri. Keberhasilan terapi dengan placebo mencapai 40 % - 50% memberi kesan bahwa faktor psikologis cukup berperan pada PPD.
Keluhan PPD jarang ditemukan pada wanita yang aktif berolah raga, daripada yang tidak berolah raga. Dalam hal ini olah raga dihubungkan dengan penurunan stres.
Hindari mengonsumsi kopi dan rokok (menimbulkan cemas), serta mengurangi gula dan minum susu. Pemberian vitamin A dan E serta beberapa mineral juga dapat membantu.
Sumber : Pikiran Rakyat Online

Emma Vixel

Tidak ada komentar: