My Song, My Situation, 241 My Favourite Song

Ketika serangkaian nada membentuk sebuah keterkaitan yang melenakan jiwa, betapa tak kuasa telinga ini berkata 'cukup'. Dan ketika sebuah rasa terjelaskan oleh serangkaian bait, hah.... ..betapa sulit mendeskripsikan korelasi di antaranya. Just like this, sebuah cerita yang terwakili aransemen sederhana...
241 My Favorite Song terlantun tanpa sengaja ketika komponen-komponen otak dan hati tak bisa mensinkronisasi diri....

I want to live forever, inside the nights and days, wishing on a silver cloud, crawling across the moonbeams...
**Keinginan yang sepertinya tak mungkin terwujud, hidup selamanya berdampingan dengan malam dan siang, bersimpuh pada langit, lembut melintasi sinar bulan. Tak lebih hanya seutas harapan melukiskan fatamorgana**

A summer night in heaven, Between the stars and waves, Race across the old bonfire, Trample on my heartbeat
**Lalu, aku disadarkan oleh keberadaan dimensi lain. Malam musim panas di antara bintang dan ombak berpacu melintasi api, menginjak2 hebat tiap detakan jantung. Tersadar, ternyata tak semudah itu bermimpi dan berangan**

I wanted to turn you on, My favorite song
**Sekali lagi, ketika kenyataan tak berbanding lurus dengan angan, berontak sudah semua yang terpatri disini. Dan satu-satunya pelarian adalah menyentuhkan lembut sistem kombinasi tujuh nada dengan gendang telinga**

Wanted to be near you BUT somebody owns you now
**Dan ketika kalimat ini benar2 terjadi, hal INI lah yang paling menyakitkan**

I love you with a fire, Ablazing till times end
**Ya, seperti inilah deskripsi keadaan yang berbanding terbalik dengan kenyataan. Terlalu bodoh sekaligus indah untuk diterjemahkan**

But what good is a heart when it shudders to speak.
**Ketidakberanian untuk mengungkapkan, pribadi pengecut yang tiba-tiba muncul dan kengerian untuk menerima resiko atas apa yang telah terucap, semuanya seperti tak memberikan kesempatan kepada hati in order to show many goodness about this. Say I LAV U, easy but difficult. Mudah ketika tidak benar-benar mencintai dan sulit ketika................hah...... it's too deep to explain.**


I tried to live somehow
**Bagaimanapun juga kesemuanya itu hanyalah sebagian kecil dari onggokan ratapan yang mengatasnamakan kesedihan dan kemelankolisan di atas rasionalitas. Mencoba untuk tetap bertahan, sebelum rasional musnah dan logika benar-benar hancur**

For the conclusion.... Bermimpi ketika saatnya bermimpi, meratap ketika saatnya meratap dan bangkit ketika saatnya bangkit. Compare the dreams with the reals!
My song is my situation.

Emma Vixel

Tidak ada komentar: