Skenario Drama Penculikan Vokalis ...


“Gue dong, suara pas-pasan tapi bisa kondang mampus. Jaman serba hura-hura begini mana bisa cuma modal suara doang. Ada juga eliminasi-eliminasi tuh di ajang absurd yang absolutely nggak menjanjikan. Belum juga sebulan nampang, udah pulang kampung aja itu para kontestan. Kesian banget nggak sih?” omel Zixi sambil mencicip sedikit demi sedikit cocktail yang entah sudah gelas ke berapa ini.

“Haha… Nyinyir ah lo. Mereka sama lo kan beda kasta bo.” Cita, yang pendatang baru, menimpali.

“Jelaslah. Gue orbitan mana mereka asalnya darimana”

“Tapi gue heran deh, kok bisa ya suara cempreng kayak lo digandrungi fans fanatik seabrek-abrek. Padahal suara lo kan keren di record doang. Itu juga nggak lepas dari segala efek dan editing mati-matian. Keliatan banget pas lo live, duh bo’ gue suka merinding dengernya, takut banget kalo pita suara lo tiba-tiba putus.”

“Sialan lo! Itu sih gimana pinter-pinternya gue aja yang bikin kemasan, trendsetter loh gue ini. “

“Apaan… Itu karna bego-begonya mereka aja yang mau-maunya jadi follower lo. Padahal jelas banget body lo tu nggak ada menonjol-menonjolnya, rata depan belakang, muka lo apa lagi, kayak beruk penyet, demek. Haha…”

“Sirik aja sih lo. Lo liat kan nggak butuh waktu lama sejak debut band gue trus gue jadi icon dimana-mana. Nggak lama gue update style, langsung deh pengikut udah bertebaran dimana-mana.”

“Ye… itu sih karna pengasihan wardrobe aja kale…”

“Sekata lo deh.  Kalo gue nggak berani ‘tampil’ di stage, nggak berani explore kemasan di public gimana minat itu brand make gue.”

“Maksud lo tampil apaan?”

“Yang kayak gini nih yang suka bikin penyanyi pendatang baru cuma nongol seminggu. Kayak elo tu, naif dipiara, bawaan kampung tinggal aja di kampung.”

“Kampret lo Xi! Jadi maksud lo tampil itu gimana? Pamer paha gitu? Pamer belahan? Atau manggung nggak pake celana?”

“Suka-suka lo deh ah. Gue mau balik. Asli nih party nggak bisa bikin gue mabok kayak biasanya. Isinya artis-artis naif kayak lo semua.”

“Ye, mending juga kita. Daripada elo sok naif di public, aslinya ngeri abis.”

“Sepengumuman-pengumuman lo deh.”

Akhirnya, sang vokalis itu keluar dari kafe tempatnya diundang party oleh teman-teman artis pendatang baru. Si Zixi berdiri di tepi jalan untuk menunggu taksi. Kok nggak bawa mobil ya? Yah anggep aja mobilnya lagi dipake buat nganter kawinan.

Selanjutnya, mengikuti skenario media massa, maka saat menunggu taksi inilah si Zixi diculik.

“Neng, mau nggak kita culik?” kata salah seorang pria yang menongolkan kepala di jendela Civic.

“Eyakampuuunn… lo bego atau idiot sih? Berani nyulik gue sama aja lo berurusan sama seluruh penduduk Indonesia. Nggak ngerti apa gue ini siapa?”

“Enggak, makanya itu yuk mari ikutan akang, biar Neng bisa jelasin.”

Zixi begitu saja dipaksa masuk ke dalam mobil oleh ketiga lelaki yang tergabung dalam satuan penculik nggak-liat-liat-dulu-siapa-yang-mau-diculik.

“Nih neng, sari kacang ijo. Bagus buat kesehatan,” kata salah seorang penculik sambil menyodorkan sekotak minuman kacang hijau kepada Zixi.

As you see, Zixi duduk baik-baik di dalam mobil. Cuma pas adegan masuk mobilnya tadi yang dipaksa.

“Kalian serius nih nyulik gue? Kok baik gini?” tanya Zixi sambil menenggak sari kacang ijonya.

“Tadinya sih kita mau ngapa-ngapain Neng gitu. Tapi setelah kita perhatiin badan Neng yang kayak nggak makan seabad gitu, kita jadi kasian ngeliatnya.”

“Eh, asli sialan lo ni ya. Kerempeng-kerempeng begini tapi gue populer ngerti nggak lo.”

“Enggak…” jawab penculik serentak.

“Gue ini vokalis band Sera. Pada punya tipi nggak sih? Dengerin radio? Baca Koran?”

“Oalah… Situ vokalis ya Neng. Duh, artis dong ya. Ya udah deh Neng, kita turunin disini aja. Atau mau kita anter pulang Neng?”

“Yaudah turunin depan gang rumah gue aja. Nanggung juga kalo musti cari taksi, lumayan dapet tumpangan ini. eh tapi bentar, lo kan tadi niatnya mau nyulik nih, masak iya gue turun dengan badan masih mulus gini?”

“Trus maunya Neng gimana? Kita nggak mau kalo suruh ngapa-ngapain Neng. Soalnya situ artis, berduit, jadinya pasti kita kalah.”

“Yaudah lo apain kek gue. Gampar atau gimana gitu biar ada lebam-lebam dikit.”

“Gini aja deh, nih pake sepatu pantofel saya. Lumayan keras, buat nimpuk jidat juga pasti biru. Tapi Neng timpuk sendiri ya. Kita masih kasian sama badan Neng yang kerempeng ini.”

“Ni orang, sama aja kayak si artis naif. Demen banget ngata-ngatain gue kerempeng. Yaudah sini!”

PLAK! PENG!

“Nah kalo gini kan gue bisa bikin pengumuman kalo gue diculik, dibabakbelurin dan hampir diapa-apain sama tersangka. Sensasi datang, order nampang.” Kata Zixi setelah turun dari mobil si penculik.

***

Di halte bus dekat universitas blablabla…

“Liat nih twit keyboardisnya Sera. ‘Woy! Semuaa plis cari Zixi!! Ada macem2 sama dia, bakal gua habisin sumpah!’ Idih, situ oke ya Mas?”
“Sadar nggak sih hairspray yang dia pake tu masuk ke daftar serentetan penyebab global warming?”


Headline news situs warta digital…

Diculik, Zixi ‘Sera’ Diduga Alami Pelecehan Seks
“Baru juga diduga, udah koar-koar aja nih media.”
“Maklum, nggak gitu nggak laku.”

Aktris SS Shock Dengar Zixi ‘Sera’ Diculik
“Lebay amat nih orang.”
“Maklum, bawaan sinetron.”


---------------------------------------------------------------------


Jadi ceritanya ini saya cuma pengen nulis sesuka-suka saya loh ya. Nggak ada protes dan segala macem pemutar balikan apalah. Soalnya cerita ini hanya fiktif belaka, jadi kalau ada kesamaan tokoh, karakter, cerita, nggak ada maksud apa-apa selain emang gatel aja pengen nulis =)
Seksian dan teriasin. Yuk marih…


Gambarnya minjem dari sini...

Emma Vixel

1 komentar:

Curly_t@uRus mengatakan...

hahahhaha..
walopun lo bilang ini hanya iseng aja..tapi gw tau siapa yg dimaksud di postingan ini
hahahhaa
lucu,,,,

salam kenal!