Nama Depanmu Membuatku Ragu



Tidak ada yang tahu kenapa kita berdua bisa berada di tempat ini
Bisa jadi takdir
Atau sebuah sirkumtansi acak
Atau mungkin malah karena aku sendiri yang mengada-ada
Sepertinya alasan kedua yang tepat. Tapi alasan ketiga juga tepat. Ah, tetap saja alasan pertama yang paling tepat.
Tidak salah kan?

Aku masih menggigit keju keras keluaran kulkas sambil menatap kemeja hitammu melalui layar digital
Peduli setan kamu membelinya dimana atau pemberian wanita mana sekalipun
Sekelebat saja sudah bisa membuat kejuku terasa empuk seketika
Terimakasih atas kemejamu….

Lidahku merasakan tekstur keju keras yang perlahan menjelma menjadi lembut seperti arum manis dari gula surga
Setelahnya rasanya berubah-ubah
Strawberry, vanilla, cokelat, aku sebut mereka rasa wanita
Sampai di puncak konstruksi imajiku bergelut dengan parasmu yang bertengger di tahta maya tertinggi, aku merasakan seperti menelan keju rasa kopi

“Oh dewa kafein... Mengapa harus kau sandarkan abstraksinya dengan sesuatu yang membuatku sakau? Kau tahu? Mempersilakan rasa kopi menghantarkan retinaku melekat kuat pada sekotak parasnya, pada akhirnya itu bukanlah satu hal yang menyenangkan!”

Berterimakasihlah kepada Dewa Kafein yang telah sudi menaburkan tumbukan ganjanya kepadamu. Dengan begitu kamu berhasil membuatku layu ketika sosokmu berjalan menjauhi selasar gedung.
Terpaksa, berterimakasih atas parasmu…

Oh iya, kamu tahu tidak apa yang pertama kali menarik mataku?
Sesuatu yang melingkar di pergelangan tangan kirimu. Mungkin itu sejenis piranti voodoo versi mu hingga bisa membuatku seperti ini. Yah, yang jelas bukan power balance.
Dan satu lagi. Pertanda cacat yang justru membuatmu lebih menarik dari yang lain. Aku dan kamu sama-sama melihat dunia dari sebuah kecacatan.

Sudah bisa dipastikan esok ketika kembali bertatap muka denganmu senyumku akan semacam kuncup di musim semi. Atau seperti sedang berdiri di top floor Paragon,  dengan wajah yang tersapu lembut oleh angin, memejamkan mata, tersenyum dan setelahnya merasakan hangat di bagian belakang karena ada yang menahan untuk tetap bersama-sama dengannya.

Haaaaahhh…. Selamat ya, kamu berhasil mencuri start, sukses merekahkan senyumku! Kamu benar-benar hebat!

Tapi sayang…….
Nama depanmu membuat aku ragu….

______________________________________________________________________________

Emma Vixel

Tidak ada komentar: