deLuckz Coffee, We're Lucky


Kopi adalah hal kedua (setelah uang, lol) yang bisa membuat mata saya mendadak menjadi hijau dalam hitungan detik. Bukan sih, saya bukan pecinta kopi. Hanya penikmat, itupun bukan yang semacem Americano apalagi double espresso. Saya tidak menyukai kopi yang apa adanya, yang nggak ada campuran krimmer atau susunya, karena tingkat keasaman tinggi bisa membuat lambung berontak. Bisa dibilang, penikmat kopi level middle low, menengah cemen.

Belakangan kerinduan saya terhadap kopi-yang-enggak-apa-adanya yang dibuat dengan coffee maker dan disuguhkan dari tangan lain semakin menjadi-jadi. Kira-kira sudah 400 tahun lamanya saya tidak hunting coffeeshop baru. Nah, karena Sabtu malam ngedate sudah terlalu mainstream, jadilah
Sabtu malam kali ini saya berburu kedai kopi, bersama teman seperjuangan saya, iQun, eks member SNSD.

Saya mengusulkan untuk mencoba kedai kopi yang ada di daerah Manahan (FYI, saya berdomisili di kota Solo). Vetto dan Solopuccino kalau tidak salah. Hasilnya, zonk! Di depan bangunan Vetto ada tulisan “Mom Milk, Open soon”. Di Solopuccino sepiiiii gilak, nggak ada tanda-tanda ritual jualan kopi. Jadilah kami muter
lagi, ke arah Purwosari. Setau saya, di daerah sana ada tongkrongan judulnya Woles, tapi nampaknya fortuna lagi nggak barengan kami. Zonk lagi. Entah tutup, entah udah ngga jualan.

Jalan lah lagi kami ke timur. Di sepanjang jalan saya mikir tempat ngopi di daerah deket-deket Purwosari ini. Dan yang melintas pertama kali adalah Rocketz. Dengan membawa segenggam harapan, kami menuju ke TKP. Guess what? Yang kami temukan disana hanyalah kegelapan! Zonk lagihhh…. Ini emang lagi apes atau emang sayanya yang kudet sampai ngga ngerti kalo mereka udah pada tutup?

Pada akhirnya, saya dan iQun memutuskan untuk mencari tempat makan seadanya saja. Tancap gas lagi ke arah Panularan, sekalian tengok almamater, tempat berseminya cinta lama. Tsssaahh… Sampai di gang utara Pasar Kadipolo (CMIIW), kami nggak sengaja menemukan neon box bertuliskan “deLuckz coffee”. Berhenti mendadaklah kami disitu.

Sampai disana kami disambut dengan waitress yang ramah dan….uuhhmmm….menawan. Begitu kami duduk, lihat menu, langsung deh jatuh cintah (sama deLuckz nya loh yaaaa). Menunya banyak, warna-warni, dan yang terpenting, semua menunya ready, nggak ada yang kosong-kosong. Dan masih ada banyak hal yang saya suka dari deLuckz ini. We're the lucky bastards singles :D
Penggarapan menu yang nggak asal-asalan. Nggak kayak coffeeshop kebanyakan yang ngejual tempat dan suasana doangss, yang rasanya biasa tapi harga luar biasa. Kalau kata iQun, disini rasanya ngga ketebak. Selalu ada kejutan di setiap menunya :D
Tampilan aslinya lebih menarik dari gambar di menu
Dark Chocolate
Capuccino
Waffle kriuk ^^
Pancake
Kentang Goreng

Good music, cozy place. Jujur, saya adalah type orang yang agak sensitif dengan selera musik. Coffeeshop bagi saya identik dengan musik indie, atau setidaknya yang nggak terlalu mainstream lah, atau kalaupun harus maintsream, ketukan lagunya musti disesuaikan sama mood ngopi yang santai, slow tapi tetep berpassion. Dan musik yang saya maksud ada di deLuckz ini. Agak nggak lucu kalo ngopi backsound nya Selimut Tetangga :D Mengenai tempat, ada smoking area buat yang suka ngerokok, ada seperangkat PS lengkap juga buat yang seneng ngegame. Untuk landscapenya, biarkan gambar yang menjelaskan...
deLuckz Landscape
Social media compliment. deLuckz bakal ngasih free drink atas uploadan foto pelanggan ke sosmed dengan mention atau kasih hashtag. Dan ngasihnya juga nggak tanggung-tanggung loh. Ini beberapa free drink yang sempat saya abadikan. Ada big float dan ice blend. Di dalem ice blend nya ini ada potongan buahnya. Lucu ^^
Free Drink
Dan serangkaian zonk-zonk tadi membuat kami sadar, selalu ada hikmah di balik kesialan seapes apapun :D
Penampakan iQun kegirangan. Single. Available. Marriagable ^^
Kesimpulannya, deLuckz ini very recommended. 4 stars of 5 lah pokoknya.
Oh, anyway, endorsement ini saya tulis murni atas kemauan pribadi loh ya, bukan karena titipan dari pihak manapun. Karena emang saya nyaman ngobrol-ngobrol di sini. Harapan saya, semoga deLuckz long last dan tetep terjaga kualitas menunya.
Dan semoga kunjungan berikutnya ada Ario Bayu yang nyamperin sambil nanya, "Suka yang item juga ya?"
Kemudian mimisan........



deLuckz Coffee
Alamat : Jl. Abiyoso 1C (Sritex Arena) Solo
Twitter : @Deluckz_Coffee
Instagram : @deluckzcoffee
Rate : 4 of 5
Price : Start from 5K

Emma Vixel

Tidak ada komentar: