Los Tembakau And Its Catchy Things


Ada beberapa tempat yang kalau kita lihat sepintas kenanya biasa aja. Begitu kita perhatiin detailnya jadi menarik, semakin tahu semakin menarik. Salah satunya Los Tembakau ini. Letaknya di Klaten, tepatnya Desa Karanglo. Anak-anak muda ngehits sekitaran Solo-Jogja pasti tau tempat ini.

Los Tembakau dipakai sebagai tempat pengeringan daun tembakau setelah dipanen. Mulai ditanam bulan Mei, dan sekitar bulan September daun tembakau ini sudah hampir kering.


Bangunan los ini didominasi oleh bambu. Tiang penyangga, tempat menggantungkan daun dan atapnya pun semua dari bambu

 

Tembakau yang dikeringkan disini adalah tembakau dengan kualitas super. Bukan jenis tembakau yang dipakai untuk produk rokok lokal. Di setiap baris susunan daun ada catatan jumlah, ukuran kelembaban dan catatan lain yang maksudnya apa saya nggak ngerti :) Yang jelas dari situ keliatan kalau pengeringan tembakau ini bener-bener di-take-care so much


Los yang udah kosong

Bulan Oktober-November, los tembakau sudah kosong. Semua daun sudah kering dan siap diekspor ke luar negeri. Lahan yang tadinya dipakai untuk tanam tembakau, yang letaknya tepat di sebelah los ini, sekarang ditanami tumbuhan yang biasa disebut orok-orok. Orang menyebutnya ladang orok-orok. Los tembakau ketemu sama ladang orok-orok, perfect match.

Los dan orok

Rute menuju Desa Karanglo ini gampang banget. Dari lampu merah Stadion Trikoyo Klaten lurus aja terus ikutin jalan utama, sampai mentok pertigaan ambil ke kanan. Setelah lurus dan ketemu simpang jalan pertigaan, belok kiri. Tengokin kanan kiri, los tembakau banyak berjajar disana. Tapi mungkin untuk bulan-bulan di musim penghujan ini ga semenarik waktu awal-awal los dipakai. Karena tembakau cuma ditanam di musim kemarau jadi pas waktu penghujan losnya ga begitu terawat.

Overall sih, kalau cuma buat foto, tempat ini bagus. Tapi tetep ya, mau pergi kemanapun, sebisa mungkin ngobrol sama orang lokal, entah penjaga losnya atau petani yang lewat, biar jalan-jalannya ada oleh-olehnya :)

Emma Vixel

Tidak ada komentar: